PERTEMUAN KE-24 GELOMBANG KE-27
MENULIS DI KALA SAKIT
Resume Ke : 24
Gelombang ke : 27
Tanggal : 14 Oktober 2022
Tema : Menulis Di Kala Sakit
Narasumber : Suharto,M.Pd.
Moderator : Raliyanti
Kembali saya pada malam ini berkeinginan untuk mendengarkan pelatihan belajar menulis ke 24 yang berkeinginan untuk mengetahui bagaimana caranya masih mampu menulis di kala sakit, terkadang kita hanya sakit sedikit sudah malas menulis, terkadang kita duduk tiba-tiba datang penyakit kita sudah tidak mampu menulis, materi malam ini sangat menjadi perhatian bagi saya dalam memahami dan mengambil hikmah manfaat dari pengalaman nara sumber.
Sungguh beruntung saya masih bisa mengikuti pelatihan belajar menulis ini dalam beberapa kegiatan yang dilaksanakan PGRI yang sangat membantu pelastarian budaya menulis di Nusantara, semoga kekuatan dan kesehatan masih diberikan kepada kita untuk belajar menulis.
Saya dalam kegiatan pelatihan menulis dalam pertemuan ke-24 ini sangat menyadari masih banyak kekurangan dalam hal tulis menulis. Dari kekurangan itulah saya ingin belajar dan berusaha dengan maksimal untuk belajar bersama. Dan juga mengagumi masih banyak lagi penulis Nusantara yang selalu menulis walaupun mereka tidak dibayar dan tidak diperhatikan. Tapi mereka tetap menulis, motivasi apa yang ada pada mereka hingga sampai sekarang masih punya semangat yang tinggi untuk menulis buku.
Mengapa saya dalam meresume sering menjiplak atau mencopy sesuai bahasa asli pembawa materi, disitu saya ingin mempelajari lebih mendalam tentang makna dari yang disampaikan. Sedikit demi sedikit saya pelajari pengetahuan dan pengalaman pemateri yang dapat diambil makna hingga memperoleh inspirasi yang saya harapkan.
Harapan yang ditunggu dalam beberapa saat terkadang sulit untuk ditulis karena terhalang oleh hijab sehelai rambut yang harus dibuka kembali dengan penuh kemesraan dan kekhusu'an dengan harap kepada yang kuasa dengan jalan usaha dan ikhtiar. Sungguh keras dan tertutup ide ketika belum muncul, ketika terbuka mudah dan lancar jari-jari untuk menulis.
Inikah inspirasi yang harus terpenuhi setiap hari jika mau muncul. Siap untuk ditulis dan disajikan kepada pembaca. Inspirasi itu harus positif tak mampu menulis yang negatif itulah perintah nurani yang saya jalani sekarang. Tak mampu memberikan komentar dan menjawab pesan artikel dan tulisan yang menyakiti hari orang lain. Terpaksa harus pilih-pilih judul agar bermanfaat dan berguna bagi semua. Menghindari makna atau kata-kata yang tak bermanfaat hal ini sesuai dengan perkataan Nabi Muhammad Saw, beliau diutus bukan pembawa laknat tetapi Nabi Muhammad Saw., diutus untuk pembawa Rahmat alam semesta.
Saya harus punya rencana setiap hari untuk kegiatan menulis dengan judul yang sangat menarik dan bermanfaat hingga aktual. Itu di peroleh melalui penilaian pembaca. Pembaca yang setia dan pembaca yang sangat perlu informasi dengan masalah dalam tulisan. Sekarang saya ingin menyimak materi malam ini dengan serius dan penuh hayalan yang bermanfaat.
Ada pun agenda pelatihan malam ini:
1. Pembukaan
2. Materi
3. Tanya Jawab
4. Penutup
Untuk pertanyaan-pertanyaan, silakan japri ke nomor : 081586462152. Bapak ibu hebat senusantara…Malam ini, saya mendampingi seseorang yang sangat menginspirasi. Seseorang yang karena kecintaannya pada dunia tulis menulis membuat hidupnya lebih berkah.
Kesehatan yang sempat luput dalam hidupnya berangsur kembali, salah satunya karena keajaiban dari menulis. Ya… beliau tetap menulis walau pun dalam keadaan sakit. Sakit yang membuatnya lumpuh bukan halangan untuk terus berbagi dan menginspirasi. Seorang yang tekun belajar walau pun dalam keadaan sakit dan tetap berpikir bagaimana dengan kondisinya saat ini beliau masih bisa bermanfaat bagi orang lain…
Masyaallah… saya yang sehat ini jadi malu pada diri sendiri. Bapak Suharto, M.Pd. atau Cing Ato, demikian biasanya beliau disapa. Seorang guru di MTsN 5 Jakarta. Alhamdulillah, masih aktif mengajar dan terus berkarya menerbitkan buku. Beliau merambah pula ke dunia desain cover buku. Youtuber juga… Kereenn…
Berikut Profil Singkat Cing Ato :
Baiklah, bapak ibu… kita ikuti dan simak bersama materi kita malam hari ini, yaitu : MENULIS DI KALA SAKIT.
Assalamualaikum,
Sahabat-sahabat literasi gelombang ke-27
Semoga semuanya dalam kondisi sehat walafiat. Aamiin 🤲
Wa'alaikumsalam warohmatullahiwabarokatuh.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa atas segala nikmat yang diberikan terutama nikmat sehat, sehingga bisa belajar bersama dengan sahabat-sahabat super.
Salawat dan salam tercurahkan kepada Nabi penutup akhir zaman Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di Yaumil Qiyamah. Aamiin...
Sahabat-sahabat Literasi...
Sebelum terlalu jauh, saya akan menyapa terlebih dahulu kepada kepala suku sekaligus suhu kita bapak DR. Wijaya Kusumah (Om Jay). Semoga sehat dan sukses selalu. Aamiin
Juga kepada tim solid om Jay yang super kreatif. Semoga pada sehat dan sukses selalu. Tidak ketinggalan pula tuk moderator kita yang cantik bunda Raliyanti yang malam ini membersamai saya selama dua jam. Semoga sehat dan sukses selalu. Aamiin...
Terima kasih untuk semuanya yang masih memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi pengalaman. Ok, sahabat -sahabat literasi. Pada pertemuan ini saya hanya bercerita/berbagi pengalaman MENULIS DI KALA SAKIT.
Saya termasuk orang yang tidak bisa menulis, sehingga menjadi guru sudah puluhan tahun tidak ada karya tulis yang dihasilkan. Saya menulis berawal karena butuh sebuah karya tulis, baik yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah. Kebetulan saya seorang ASN. Dahulu kenaikan pangkat sangat mudah. Namun, ketika saya berada pada golongan III.d. dan ingin naik golongan ke IV.a. persyaratan wajib harus mempunyai karya tulis ilmiah dan buku penunjang lainnya.
Akhirnya saya mencari pelatihan menulis lewat medsos (Facebook). Ketika saya men-scroll FB ada pelatihan di Wisma UNJ yang diselenggarakan oleh komunitas sejuta guru ngeblog (KSGN) bertemulah saya dengan orang -orang hebat. Siapa mereka? Sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu: Bang Namin, Om Jay, Om Dedi, dan yang lainnya.
Hampir tiga kali pelatihan saya ikuti kegiatan KSGN. Dari sinilah, saya dapat kunci bagaimana caranya menulis.
Pada pelatihan pertama saya dapat ilmu tentang menulis PTK. Pada pelatihan ke-2 sekitar tgl 27-29 Desember 2016 di Wisma UNJ. Dari sini saya dapat menulis buku Antologi perdana dengan judul Bukan Guru Biasa.
Pada pelatihan ke-3 tentang public speaking, kebetulan salah satu materinya tentang menulis dan narasumbernya Om Jay. Dari Om Jay saya menemukan kunci bagaimana menulis. Itupun disebabkan saya bertanya kepada beliau. Saya bertanya tentang bagaimana cara memulai untuk menulis? Apa yang harus ditulis? Dan bagaimana cara mengakhiri sebuah tulisan?
Yang masih saya ingat dari jawaban beliau, yaitu: Tulis apa yang ada disekitar kita, tulis apa yang kita bisa, tulis materi yang kita kuasai, tulis apa yang kita alami, ide menulis banyak berserakan di sekitar kita, tulis dengan bahasa yang sederhana yang penting pesannya tersampaikan, dan lainnya. Pertanyaan saya terpilih sebagai pertanyaan yang mewakili keinginan Om Jay. Alhamdulillah, dapat hadiah dari Om Jay
Pulang dari pelatihan saya menulis apa yang saya bisa dan alami. Hampir setiap hari menulis satu artikel. Sambil menulis saya tidak berhenti mencari Pelatihan menulis lagi lewat medsos.
Saya lihat ada pelatihan di daerah Cipanas Jawa barat yang diselenggarakan oleh komunitas menulis Media Guru. Saya daftar dan pada tanggal 27-29 Desember 2017 saya ikut pelatihan menulis. Selama tiga hari dua malam saya ikut. Hampir dua tahun berturut-turut saya berkelana mencari ilmu tentang menulis. Meninggalkan anak dan istri dengan biaya lumayan.
Dari pelatihan ini terbitlah buku solo perdana dengan judul "Mengejar Azan" buku perdana ini kemudian saya pinta teman untuk melukisnya, lalu saya berikan bingkai dan saya letakkan di depan meja kerja.
Sebuah kebahagiaan tersendiri buat saya, bangga rasanya mempunyai buku. Teman-teman banyak yang mengapresiasi dan membeli buku perdana saya. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Tiba-tiba badai tornado meluluhlantahkan kebahagiaan. Dengan hitungan jam tubuh ini lunglai, semua syaraf mati, seluruh tubuh tidak bergerak, lidah tertarik, urat wajah pun tertarik, suara hilang, dan nafaspun tidak bisa. Akhirnya nafas dibantu oksigen dan ventilator.
1 bulan 13 hari dirawat di ruang ICU. Dengan hitungan hari tubuh yang besar lagi tingi tinggal tulang berbalut kulit. Banyak teman bilang sepertinya Cing Ato tidak ada harapan.
Di ruang ICU tidak ada perubahan, lalu dipindah ke ruang yang lebih intensif, ruang HCU. Ditemani oleh 2 suster dan 1 dokter yang jaga. Hampir 3 bulan dirawat di ruang HCU.
Dokter sudah pesimis dan mendiagnosa bahwa saya tidak akan lepas dari ventilator. Pihak rumah sakit ingin mengusir, tapi istri berjuang agar tidak diusir dari rumah sakit. Istri pinta sampai lepas ventilator boleh saya bisa pulang.
Tiba-tiba pada suatu malam ventilator rusak, saya sudah pasrah jika malam itu dipanggil menghadap sang maha kuasa. Ternyata pagi-pagi saya masih hidup. Mungkin di antara penyebab saya masih bernafas karena ada doa dari orang-orang saleh.
Sebenarnya jika ventilator rusak, saya sudah lewat. Lebih lanjut bisa dibaca di buku" GBS Menyerangku; Kisah seorang guru bergulat dengan penyakit langkah dengan menulis" yang berminat bisa hubungi saya 😀😀😀 promosi...
Setelah lepas ventilator, saya bisa pulang dalam kondisi memakai oksigen. Pulang dari rumah sakit masih dalam kondisi sakit.
Hampir satu tahun seluruh tubuh tak bergerak, setelah itu mulai satu persatu bergerak. Hari-hari hanya terbaring di tempat tidur. Jenuh, bosan, hampir saja stress.
Ketika sedang melamun, tiba-tiba ada suara gawai istri yang tertinggal di rumah. Saya pintu asisten rumah tangga untuk mengambilkan dan meletakkan di atas dada di alasi bantal lalu tempat tidurnya ditinggikan bagian kepala sehingga bisa melihat gawai.
Saya coba menyentuhnya, ternyata bisa. Saya sangat gembira. Ketika istri pulang ngajar langsung saya pinta gawai saya yang selama setahun lebih tidak pernah digunakan. Istri langsung membelikan kartu baru. Mulailah saya melacak Facebook, butuh waktu tiga hari baru terlacak password-nya.
Mulailah saya menulis. Saya menulis dengan satu tema, yaitu tentang motivasi hidup. Hampir setiap hari saya selalu menulis. Malam mencari ide dan bakda subuh menulisnya. Saya tidak bisa tidur kalau belum ketemu ide.
HIKMAH DARI MENULIS DI KALA SAKIT
1. Kedatangan para youtuber ( Chanel Akbar Zaenudin "Guru Inspiratif" dan Chanel Sutrisno Muslim "Kesempatan Kedua Mengubahku"https://youtu.be/qhzk01Z7y4w
2. Mendapatkan Penghargaan "Pahlawan Pendidikan" dari Bang Japar Jakarta.
3. Menjadi Narasumber pelatihan menulis di Komunitas belajar menulis di KSGN PGRI.
Bahkan baru saja sahabat literasi minta saya mengisi kegiatan menulis di daerah NTT (AGUPENA)
Asosiasi Guru Penulis Indonesia
4. Banyak punya teman hingga banyak yang bantu menerbitkan buku
5. Banyak teman ditempat kerja yang terinspirasi membuat buku
Selanjutnya saya belajar disain cover buku sehingga bisa buat untuk sendiri maupun bantu teman
Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat. Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi.
Terima kasih banyak atas Nara Sumber Bapak Suharto,M.Pd., yang memberikan pengetahuan yang sangat luas pada malam ini pada Jumat tanggal 14 Oktober 2022 yang sangat menginspirasi dalam kegiatan menulis ini, semoga Allah Swt membalas beliau dengan balasan yang berlimpah dan pahala berlipat dan juga kepada moderator Ibu Raliyanti saya ucapkan terima kasih yang memberikan semangat dan motivasi dalam kegiatan menulis gelombang ke-27. Semoga bermanfaat dan berguna kita semua.Aamiin.
Ruang tanya jawab :
P1
Suartini Iklima, Lombok.
Pertanyaan:
1. Selama hampir satu tahun sakit, apa yang menjadi motivasi utama Cing ato untuk kembali sehat.
2. Dari 12 buku yang sudah diterbitkan, buku manakah yang paling berkesan? Mengapa?
3. Untuk menjaga motivasi menulis, apa saja yang Cing ato lakukan?
4. Aplikasi apa yang Cing Ato gunakan untuk membuat cover buku?
Jawab :
Terima kasih bunda Suartini dari Lombok.
1. Melihat anak-anak saya yang sedang menuntut ilmu dan membutuhkan biaya banyak. Kebetulan anak saya sedang menuntut ilmu di pondok pesantren modern butuh biaya banyak. Saya harus sehat dan bisa kerja lagi.
Saya rindu murid-murid di madrasah dan saya senang mengajar.
2. GBS Menyerangku
3. Banyak membaca, lihat YouTube, tiktok, dan lainnya
4. Canva
P2
Bagaimana caranya agar ide - ide tetap muncul di saat sedang sakit.
Padahal sedang marasakan sakitnya saja sudah entah bagaimana rasanya..
dari : Bunda Lely
Jawab :
Terima kasih bunda Lely
Ide-ide itu banyak sekali di otak saya. Sebelum sakit saya senang membaca buku motivasi kebetulan saya sedang menekuni ilmu Motivator Pendidikan. Kedua saya seorang penceramah jadi banyak ide-ide yang tersimpan di memori saya.
Sekarang membaca tidak harus membuka buku. Cukup dengan smartphone apa yang kita inginkan tersedia. Jadi banyak membaca.
Banyak melihat film. Contoh saya menulis roman Betawi terinspirasi oleh si Dul anak sekolah. Kebetulan saya orang Betawi.
P3
Assalamu'alaikum wr, wb.
Nama Ahmad Fatchudin
Dari Bekasi.
1. Kisah ini sangat inspiratif, buat saya dan insyaallah buat teman-teman, dengan semangat yang luar biasa untuk menulis walaupun dalam keadaan terbatas.
2. Bagaimana cara memberikan motivasi kedalam diri ini, agar kita tetap bersemangat untuk tetap menulis?
3. Ijinkan saya untuk membagikan kisah ini ke orang lain dengan judul kisah inspiratif dari Cing Ato,
Demikian Terima kasih
Jawab :
Terima kasih pak Ahmad Fatchudin dari Bekasi.
1. Terima kasih pak
2. Setiap yang kita kerjakan, pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Orang mempelajari sesuatu karena butuh. Seperti saya belajar menulis karena butuh. Terus tujuan itu meluas, menulis itu untuk dakwah, ibadah, amal jariyah ( income passive). Bukankah imam Gazali mengatakan " Jika kamu bukan anak raja dan juga bukan anak orang kaya. Maka, menulislah."
Juga untuk kebanggaan anak cucu dikemudian hari.
3. Silahkan pak
P4.
Assalaamu'alaikum cing. perjuangan yang sangat menginspirasi dan luar biasa cing.
Saya novita izin bertanya cing.
1. Kenapa cing lebih memilih menulis saat kondisi cing sakit? Apa yang melatarbelakangi cing?
2. Apa yang menjadikan cing bangkit untuk berkarya seperti saat sekarang ini?
3. Pernah cing mengalami kejenuhan di saat menulis dikala sakit? Jika pernah bagaimana cara cing keluar dari kondisi tersebut..?
Trimakasih cing.
Jawab :
Waalaikum salam
Bunda Novita
1. Pada saat tidak ada yang bisa saya kerjakan terbersit dalam pikiran"Apa ya, yang bisa saya dilakukan agar ada manfaatnya untuk orang banyak." Akhirnya jawaban itu muncul, kenapa saya tidak menulis saja. Saya pun menulis tentang membangun kepribadian. Tulisan itu lalu saya share ke Facebook. Setelah saya bisa duduk di kursi roda tulisan itu saya himpun menjadi dua buku. Menuju pribadi unggul dan kunci Kesuksesan Hidup.
2. Saya ingin beda dengan teman-teman kerja dan menunjukkan bahwa cing Ato walaupun sakit tetap produktif dan kreatif.
3. Jenuh ada, tidak ada mood suka muncul. Sehingga saya gelisah apa yang saya harus tulis. Saya lihat ada kegiatan di madrasah akhirnya setiap ada kegiatan saya selalu menulisnya.
Saya kebetulan waktu sakit sering membeli buku. Maka ketika buntu saya baca sampai paham lalu saya tulis ulang dengan bahasa saya.
Ada juga melihat tiktok, dari tiktok tmbul ide menulis
P5
dari: Arofiah
Assalamualikum cing atho guru dan motivator
Luar biasa.
Terharu rasanya mendapat materi ini. Jadi malu sama cing atho .
Oiya nanya nih cing.
1. Bagaimana merawat semangat dan optimisme,
selama ini. Bukan hal mudah bersabar dalam ujian yang begitu besar.
2. Bagikan tipsnya kepada kami tentang kesabaran dan ketabahan cing atho.
3. Pastinya ada saja hambatan dalam berkarya apa dan bagaimana solusinya ?
4. Dan maaf mungkin ada saja yang meremehkan.
Bagaimna cing atho menyikapi masalah-masalah tersebut ?
Jawab :
P6
Dari: OmJay, Bekasi
Cing Ato bagaimana cara cing Ato bisa konsisten dalam menulis. Sementara kondisi kesehatan cing Ato kurang baik?
Ketika gawai itu menyangkut di jari telunjuk saya lalu menulis. Karena saking asiknya menulis sampai saya lupa bahwa diri ini sedang sakit.
Justru dengan menulis saya tidak berpikir dengan penyakit yang saya derita. Tiba-tiba tubuh saya tambah gemuk dan anggota tubuh perlahan mulai bergerak.
P7
Assalamualaikum wr wb
Saya Fitri dr Bekasi
2020-2021 saat pandemi melanda lahir lah 10 buku antologi dr berbagai komunitas tapi kemudian akhir Agustus 2021 saya kena serangan jantung yg mengharuskan saya pasang ring, tidak itu saja saya TDK kuat duduk lama dan berdiri lama serta mata saya pun tak bisa lagi bertahan lama di depan laptop
Bertemu BM PGRI Gel 27 saya baru mulai menulis lagi walau sering tak mampu menyelesaikan resume. Lewat cerita cing Ato membuat saya makin semangat utk melanjutkan kembali hobi saya ini walaupun blm ada satu guru pun yg mengikuti jejak saya ini
Pertanyaan nya:
Bgmn memotivasi diri lebih fokus pd tujuan awal kita Krn terkadang sakit yg kita rasa membuat kita tak bisa berbuat apa-apa?
Jawab :
Waalaikum salam
Bunda Fitri dari Bekasi.
Semoga sehat dan sukses selalu.
Angkat topi dulu untuk bunda sudah punya 10 buku Antologi. Saya saja baru 3 atau 4 saya lupa. Karena kebetulan saya fokus ke buku solo.
Alhamdulillah, seluruh organ tubuh saya normal. Saya hanya sakit syaraf. Syarafnya mati. Jadi hanya kelumpuhan.
Jangan dipaksa menulislah ketika memang kondisi sedang enak. Saya sendiri jika tubuh sudah letih saya berhenti dan langsung istirahat.
Makanya saya menulis tidak dikejar seperti ngejar setoran.
Tulis saja yang ringan-ringan. Kalau bisa usul agar jadi buku solo. Tulis dengan satu tema.
Niatkan menulis untuk ibadah. Dan buat tabungan amal jariyah
Masyaallah... prolog yang luar biasa... ttp istiqomah.. menulis utk berbagi dan menginspirasi
BalasHapusSiap bu, semoga kita semua sehat walafiat dan selalu diberi kekuatan untuk menulis
HapusLengkap Pak resumenya. Semangat..
BalasHapus