PERTEMUAN KE-15 GELOMBANG KE-27
KONSEP BUKU NON FIKSI
Bismillahirrahmanirrahiim, Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. yang masih memberikan kekuatan dan kesempatan untuk berkarya dalam belajar menulis dalam pertemuan ke-15 Gelombang ke-27 yang diselenggarakan PGRI dan Shalawat salam kita panjatkan juga kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW., beserta keluarga para sahabat serta kaum muslimin-muslimat hingga yaumil qiyamah. Aamiin
Pertemuan ke-15 ini, sebagai moderator oleh Ibu Arofiah Afifi, dan Narasumber Musiin, M.Pd., dengan materi Konsep Buku Non Fiksi. Mudahan kita semua dalam kegiatan pelatihan belajar menulis diberikan kesehatan dan kemudahan untuk selalu mengikuti pelatihan.
Pada putaran ke-15 kali ini mengupas tuntas apa dan bagaimana Konsep buku non fiksi serta mengapa kita harus menulis sebuah buku.Tema ini sangat penting untuk dikaji lebih mendalam sebagai modal kita membuat buku dan untuk bisa membuat buku yang baik.
Buku nonfiksi adalah sebuah bentuk buku yang berisi karangan atau tulisan yang sifatnya berupa informasi dan penulisnya memiliki tanggung jawab atas isi kebenaran isi buku tersebut yang diambil dari peristiwa, orang, tempat atau fakta informasi di dalam buku tersebut.
Sebelum menulis buku, Bapak ibu harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis.
Bapak Ibu yang hebat, menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.
Alasan saya ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:
2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.
4. Mendorong diri sendiri untuk terus belajar.
Berikut ini adalah contoh-contoh buku nonfiksi,
1. Buku Pedoman
2. Buku Teks
3. Buku Pelajaran
4. Buku Motivasi
5. Buku Filsafat
6. Buku Sains Populer
7. Kamus
8. Ensiklopedia
10.Biografi
11.Otobigrafi
12. Memoar
Bagaimanakah ciri-ciri buku nonfiksi?
1. Menggunakan Bahasa Yang Baku Atau Formal
2. Menggunakan bahasa yang denotatif.
3. Isi buku berkaitan dengan fakta
4. Tulisan bersifat ilmiah popular
5. Hasil penemuan atau yang sudah ada
Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1.Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2.Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3.Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku- buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara).
Bagaimanakah langkah-langkah penulisan buku nonfiksi?
Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Langkah Pertama
Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survey
10. Wawancara
Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya membuat kerangka untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.
Berikut ini merupakan anatomi buku nonfiksi.
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Jika nanti Bapak Ibu mengikuti uji kompetensi sebagai penulis di Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis Editor Profesional (LSP PEP), maka anatomi buku tersebut akan ditanyakan.
Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.
Langkah keempat
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Semoga resume dari Belajar Menulis ke-15 Gelombang ke-27, bermanfaat dan berguna untuk kita semua. Terima kasih kepada Narasumber Ibu Musiin, M.Pd, yang telah sudi menyampaikan pengetahuannya dengan sangat luas sekali, semoga kami dapat mempraktekkan sesuai dengan tata tertib aturan yang telah disampaikan pemateri yang bekenaan dengan Konsep Buku Non Fiksi. Dan juga kepada moderator Ibu Arofiah Afifi yang sudi kiranya meluangkan waktunya untuk membantu penyampaian materi Konsep Buku Non Fiksi. Semoga dibalas Allah Swt. atas kebaikan beliau-beliau dengan amal yang berlipat ganda.

Resume cakep
BalasHapusTerima kasih banyak pak, salam sehat
HapusKeren resumenya Pak ✊✊
BalasHapusTerima kasih banyak bu, semoga lanjut BM ke-16
HapusSiip
BalasHapusSiap terima kasih byk
BalasHapus