PERTEMUAN KE-14 GELOMBANG KE-27

KAIDAH PANTUN

Pada tanggal 21 September 2022 dalam pertemuan ke-14 gelombang ke 27. Moderator oleh Ibu Lely Suryani,S.Pd,SD  dan Nara sumber oleh Bapak Miptahul Hadi,S.Pd., beliau menjelaskan dalam materi kaidah pantun sebagai berikut:

Pantun adalah termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi. Dan sebelum kita praktik membuat pantun, alangkah baiknya kita kenali dulu ciri-ciri atau kaidah dalam pembuatan pantun. Jika dalam membuat pantun bapak/ibu perhatikan rambu-rambunya yaitu :

  • Satu bait terdiri atas empat baris. Tidak boleh tiga atau lima
  • Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata
  • Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata
  • Bersajak a-b-a-b
  • Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang
  • Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud pantun.
Perbedaan pantun dengan syair. Kalau pantun, antara baris satu dan dua tidak ada hubungannya dengan baris tiga dan empat. Jadi sampiran dan isi berdiri sendiri. Sedangkan syair baris satu sampai empat saling berhubungan.
Apakah pantun boleh bersajak a-a-a-a??
Boleh, tapi itu akan mengurangi keindahan pantun itu sendiri dan tidak sesuai kaidah pembuatan pantun? Jadi jika sajaknya a-a-a-a, jatuhnya menjadi syair.

Contoh syair
Belajar mengaji harus semangat,
Tekun rajin sabar dan giat,
Agar ilmu mudah didapat,
Selamat dunia juga akhirat.

Ingat ingatlah wahai kawan,
Quran dan sunnah jadi pedoman,
Tuk menjalani kehidupan,
Agar hidup tentram dan nyaman.

Cara pertama, pahami dulu kaidah serta ciri pantun yang sudah saya jelaskan di atas.



Dalam membuat pantun, usahakan membuat baris ketiga dan keempat (isi) terlebih dahulu.Jika isi pantun sudah jadi, maka sampiran akan mengikuti. Pasti bapak ibu kalau membuat pantun, sampiran terlebih dahulu? Benar kan? Ini akan menyulitkan kita.
Ada tips yang lain juga.
1. Hindari penggunaan nama orang dalam membuat pantun.
2. Hindari penggunaan nama merk dagang.
3. Hindari pengulangan kata di tiap barisnya.
Demikianlah penjelasan yang disajikan oleh Narasumber tentang kaidah pantun dengan jelas dan mudah dipahami. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas ilmu pengetahuan pantun yang dapat dijadikan rujukan untuk membuat pantun dengan sesuai rambu-rambu. Semoga kita dapat mempraktekkannya dengan baik dan sukses. Aamiin.

Komentar

  1. terima aksih sdh mengerjakan tugas resumenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bapak dikabulkan segala hajat, terima kasih juga bapak yang telah memberikan motivasi dan semangat kepada kami yang masih belajar menulis. Salam sehat dan bahagia.

      Hapus
  2. Wow, resume yang luarr biasa. Terima kasih bapak. Semangat berkarya semangat menginspirasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak atas motivasinya pak, minta ridha dan halal atas pengetahuannya pak

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAPAN UNTUK PERMENDIKNAS NOMOR 7 TAHUN 2025

INDAHNYA MENJADI GURU PENGGERAK