PERTEMUAN BM KE-12 GELOMBANG KE-27

MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELOR

Untuk Narasumber oleh Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH dan moderator oleh Widya Setianingsih, pada hari Jum'at, tanggal 16 September 2022 melalui daring Via WA Group kelas belajar menulis. Narasumber malam ini adalah seorang penggerak literasi dari Kupang Nusa Tenggara Timur. Yang dikenal sebagai penggerak pemberantasan buta aksara bagi kaum ibu dan anak. Beliau memiliki hobi membaca, menulis, traveling, dan berenang.

Dalam kesibukannya Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno sebagai guru SMP Negeri 3 Kupang Barat Kabupaten Kupang, yang selalu bersemangat dan terus bergerak dalam mencerdaskan anak bangsa. Malam ini beliau membawakan materi dengan judul MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELOR.

Sebagai guru dari Desa pemateri bercerita tentang bagaimana beliau menulis buku pertama kali dengan judul Serial Pelita Kampung Beta Jejak guru Desa di NTT. Hal itu terjadi kare buah dari ketekunan dan keuletan dalam menulis, serta berani bertanya dan belajar kepada ahlinya. Keberanian dan rasa percaya diri bahwa semua akan bisa dilakukan jika kita mau belajar, belajar, belajar dan belajar.

Buku Kedua Serial DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH Buku ini Bunda tulis bersamaan dengan kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah. Pas penutupan Diklat Buku diluncurkan oleh LPMP saat ini BPMP NTT. Karena hal ini Bunda menjadi peserta Diklat terbaik dan sejak 31 Mei 2022 Bunda dilantik menjadi Kepala SMP Negeri 3 Kupang Barat

Sebelum berdiskusi beliau menyampaikan alasan mengapa tak aktif di blog ? 

Hal ini alasan pertama, Bunda memiliki komunitas menulis di Nusa Tenggara Timur, dan dari komunitas tersebut Bunda berhasil membangun perusahaan suami dikembangkan menjadi Penerbitan Buku dengan biaya bisa terjangkau untuk masyarakat NTT dan BEBAS ONGKIR, Kata Beliau dalam belajar menulis di gelombang ke-27.

Hal kedua, Bunda trauma ada sahabat literasi yang memiliki tulisan di blog digunakan judul buku Cover Buku oleh orang yang tak bertanggung jawab

Dalam blog Dra Lilis Ika Herpianto Sutikno menjelaskan tentang menulis semudah ceplok telor. Yang tulisannya sebagai berikut :

MENGAPA MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELOR???

        Jargon di atas dipaparkan dengan epik dan lengkap oleh bunda Lilis. Dengan dasar dari agama dan anjuran dari pemerintah untuk menulis memperkuat jargon diatas. Berikut ini adalah dasar kita harus menulis. Jika ayat pertama yang turun saja berbunyi "IQRO" yang artinya bacalah. Dan saat kita membaca maka iringilah dengan menulis, agar apa yang kita tulis menjadi abadi. 

 Imam  Asy - Sya,bi berkata  " Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun di tembok"

Imam Syafi'i Rahimahullah juga pernah bertutur

" Ilmu adalah buruan  dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat, Termasuk kebodohan kalau engkau  memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja" ( Diwan Asy-Syafi'i).

 Sedangkan menurut hadits Rosululloh, SAW. Anjuran menulis tertulis dalam hadits berikut ini.

Naah teman-teman penulis, akankah kita mengacuhkan ajaran Allah dan RosulNya? Rosul dengan jelas dan terang -terangan memerintahkan kita untuk menulis. Sebagai umat yang patuh dan taat pada Rosulnya, mari kita mulai menggerakkan hati dan tangan kita untuk menulis. 


Perintah menulis juga terdapat dalam Permendikbud RI diatur dalam PERMEN 23 Tahun 2015. Indonesia yang menduduki urutan je 72 sebagsi negara yang suka membaca. Membaca saja rendah, apalagi menulis. Kita akan memegang peranan penting sebagai warga negara yan peduli mengangkat tingkatan literasi negara kita dengan MENULIS. 

Lantas apa maksud dari menulis SEMUDAH CEPLOK TELOR? Berikut penjelasan dari Bunda cantik berikut ini.
Ternyata mudah bukan menulis itu?
Bebaskan saja imaginasi kita, tulis saja apa yang ada dipikirkan kita. Jangan memikirkan apa yang ingin kita tulis. 

Saat memiliki ide menulis, segera tuangkan dalam tulisan, tulis saja jangan dibaca dulu. Setelah itu tutup leptop jika merasa jenuh. Saat pikiran sudah fresh buka lagi leptop kita, mulailah membaca dan proses editing. Ini adalah saran dari keponakan bunda cantik. Wah bisa ditiru niih. 
 
Kisah Sebatang pensil - Paulo Coelho

Falsafah pensil dalam kehidupan kita

 

1.  Pensil digerakkan oleh  tangan manusia

     Mulai menulis dengan doa dan menulislah dengan hati sehingga yang lahir adalah  ilmu dari hati dan akan  diterima oleh hati.

2. Pensil tumpul perlu diruncingkan

    Tajamkan fikiran ketika menemui kebuntuan, kesulitan , penderitaan dan kesusahan   dengan beristirahat dan membaca buku.

3. Penghapus ; gunakan ketika  kita salah menulis

    Gunakan kesempatan untuk bertaubat jika melakukan kesalahan. Jika salah dalam tulisan, perbaiki dan menjadi sempurna. Tulis, diamkan, simpan, istirahat, buka kembali esok hari untuk disempurnakan.

4. Bagian dalam pensil untuk menulis

   Gunakan hati untuk menulis, karena hati yang menggerakkan  tangan kita, dan tulisan dari hati akan menghasilkan karya yang luar biasa dan diterima di hati pembaca.

5. Tiap tulisan akan berdampak

   Tinggalkan jejak yang baik dalam tulisan kita dan memberi inspirasi bagi pembaca. Hal ini selain bermanfaat untuk pembaca, tentunya akan kembali kepada kita sebagai amal jariyah dari ilmu yang bermanfaat.




QUOTES  DARI OM JAY BLOGER TERNAMA INDONESIA. 

Baca quotes berikut ini, jika perlu baca berulang kali. Masukkan kedalam pikiran kita, alam bawah sadar kita, dan biarkan menyatu dalam aksi dan tindakan kita. Penulis tanpa komitmen nonsen. 

MENULIS TAK AKAN BERDAMPAK APA-APA JIKA KITA TIDAK MEMILIKI KOMITMEN DALAM DIRI UNTUK BERLATIH MENULIS SETIAP HARI


LALU APA YANG KITA TULIS SETIAP HARI? 

Hal ini yang sering muncul dalam benak kita, apalagi seorang pemula seperti saya. 
Bagaimana caranya menulis, ternyata cukup mudah kawan. Berikut tipsnya:

Menulislah pengalaman sendiri. 
Menurut JK Rowling penulis buku Harry Potter
Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kamu ketahui. Tulislah tentang pengalamanmu dan perasaanmu sendiri.


Berikut bukti kisah perjalanan Beliau yang luar biasa hingga menelorkan banyak karya dan prestasi. Luar biasa...! 
Apa kita bisa yaa meniru jejak Beliau? 
Insyaallah, proses tak akan menghianati hasil. Usaha, doa, komitmen dan semuanya akan diselesaikan oleh alam. 





Nasehat dari Ditta Widya Utami S. Pd .GR
Seorang pakar mental untuk penulis pemula. Salah satu mental penulis adalah 
 KONSISTEN
Tanpa rasa konsisten, bagaikan hangat hangat tahi ayam. Sejenak hangat lalu berlalu tanpa ada kisah. Walaupun susah menjaga rasa konsisten atau istiqomah, yuk kita berdoa kepada yamg Kuasa agar menuntun hati dan niat kita untuk konsisten menulis. Karena niat yang kuat akan mengalahkan itu semua. 




Sebuah Quotes motivasi yang indah menutup malam pertemuan hari ini. 

Tentang kita menulis

Saat orang ngomongin di belakang, itu artinya kita JAUH di depan mereka. 

Saat orang merendahkan, itu artinya kita jauh lebih TINGGI dari mereka. 

Saat orang itu iri dengan kita, itu artinya kita jauh lebih SUKSES dari mereka

Saat orang bicara buruk, itu artinya hidup kita jauh lebih INDAH dari mereka.

Materi yang luar biasa malam hari ini. Seolah membakar semangat para pemula untuk segera menari diantara jutaan kata, menorehkan segala inspirasi dan cerita dalam sebuah karya. 
Mari kita berkarya. Kalau tidak sekarang kapan lagi??? 
So ayo menulis, karena menulis itu semudah ceplok telor.

Sebagai kesimpulan pembicara pada hari jumat di tanggal 16 September 2022 memberikan nasehat kepada BM gelombang bahwa menulis itu mudah bahkan sangat mudah, sehingga saya mengibaratkan Menulis itu semudah ceplok telur kita bisa menulis apa saja. Perlu latihan untuk menulis setiap saat, Jangan mencari waktu luang untuk menulis. Tetapi luangkan waktu kita untuk menulis agar terlatih dan terampil untuk mengolah kata demi kata hingga merangkai kalimat demi kalimat dengan sempurna.

“Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah.” (Imam Ghozali)

Ungkapan itu sangat populer, dan saya telah merasakannya. Dulu orang tak tahu siapa diri saya, karena menulis banyak orang mengenal saya. Buku perdana saya telah cetak lebih dari tiga ribu buku. 

Cetak awal seribu buku, lanjut sampai hari ini saya produksi dan terus ada yang membeli lewat postingan Facebook saya.

Terimakasih banyak kepada narasumber hebat malam ini bunda Lilis. Di tengah kesibukan beliau yg luar biasa, masih berkenan menyempatkan waktu bersua dan berbagi mu dengan kita. 
Semoga bunda sehat, selalu, sukses, ilmunya bermanfaat. Dan semoga kami tertulari semangat literasi dari bunda. 
Salam untuk keluarga di NTT bunπŸ™‡πŸ»‍♀️


[22.36, 16/9/2022] +62 859-5455-8358: Malam semakin lelah dan bersiap menuju peraduan. 

Keharuman mimpi melambai mesra mengajak kita untuk segera menuju pelukan malam

Bapak/Ibu penggiat literasi nusantara. 
Meskipun semangat kita untuk mengikuti kelas ini masih menyala-nyala, tetapi larut tlah menjemput kita untuk segera mengakhiri kelas kita. 

Selanjutnya diakhiri oleh Moderator dengan ucapan...Terima kasih Bunda Lilis atas paparan materi malam ini. 

Sangat menginspirasi dan memotivasi kami yang masih taraf belajar ini untuk terus semangat dan  berprestasi.πŸ’ͺ🏻

Semoga ilmu yang diberikan malam ini menjadi ladang pahala Bunda Lilis yang akan mengalirkan amal jariyah. Aamiin... πŸ™

Dan saya beri applaus yang luar biasa untuk para peserta malam ini. 

Kita tidak akan faham takdir tulisan kita akan menghilir kemana, tapi dengan tetap terus menulis insyaallah tulisan kita akan sampai pada takdir yang indah. 

Believe or not is yours.. prove itπŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻
Saya sebagai pemandu acara, mohon maaf jika ada kesalahan. 
Wassalamualaikum wr. wb

Sekian dulu Resume dari Ahmad Kamara,S.Ag yang sekarang masih aktif mengajar di SMP Negeri 3 Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Salam Literasi dengan menulis semudah ceplok telur.


Ruang tanya jawab dari Narasumber :


P 1

Assalamu'alaikum, 
Nama ahmad Fatchudin
Dari Bekasi, 
1. Ketika kita akan membuat buku dalam komunitas, apakah tema harus seragam atau boleh variasi? 
2. Boleh kah buku yang kita buat berisi tentang berbagai macam di siplin ilmu atau harus seperti apa? 
Terimakasih atas jawabannya

1. Ketika kita akan membuat buku dalam komunitas, apakah tema harus seragam atau boleh variasi? Jawab:  Saya pernah buat dalam komunitas keduanya sah. Ada yang memiliki tema, ada yang tidak. Contoh buku kisah inspirasi saya, setelah terkumpul ternyata temanya beda-beda... he he he...


2. Boleh kah buku yang kita buat berisi tentang berbagai macam di siplin ilmu atau harus seperti apa?  Jawab: Kalau untuk ilmu sebaiknya fokus, ini menurut saya. Saya pernah di tawari cetak buku milik Dokter yang juga dosen di NTT. Dan saya sarankan untuk pada 1 macam disiplin ilmu dalam buku. Saya seorang penerbit buku itu yang saya sarankan.

P2
Assalamu'alaikum bunda Widya
Saya Siti Fatimah
dr Jakarta

Mau bertanya bagaimana menjaga konsistensi dalam menulis karena semangat yang kadang timbul tenggelam seiring kegiatan yang senantiasa meminta untuk diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya?
Mau bertanya bagaimana menjaga konsistensi dalam menulis karena semangat yang kadang timbul tenggelam seiring kegiatan yang senantiasa meminta untuk diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya? Jawab: Terima kasih Bu Siti Fatimah. Bu Siti sebagai seorang muslim, tentu kita sering kita dengar istiqomah dalam beribadah. Semakin kita istiqomah dalam beribadah Allah akan memberikan kita hidup yang berkah. Begitupun dengan menulis, Kalau Ibu malas nulis, manfaat FB. Ibu bisa lihat Facebook saya Lilis Sutikno (Mbak Pipin) Hampir setiap hari saya nulis di FB, he he he . . . sederhana tetapi dari sana FB saya kalau mau buat proyek besar menulis, entah buku, ataupun karya tulis ilmiah saya biasa ambil dari FB saya.

P3
Assalamualaikum
Selamat malam
Saya M. Abd. Rahim dari Surabaya
Mau tanya 
1. Dalam penulisan referensi dalam pembuatan buku apakah seperti kita membuat makalah, atau hanya mencantumkan daftar pustaka saja
2. Harus berapa halaman untuk bisa naik cetak buku
Terimakasih

1. Dalam penulisan referensi dalam pembuatan buku apakah seperti kita membuat makalah, atau hanya mencantumkan daftar pustaka saja Jawab: Terima kasih Pak M. Abd. Rahim Arek Suroboyo. Nanti kalau saya pulang kampung kita jumpa ya Pak?... Rumah saya di Surabaya, di Nusa Tenggara Timur karena saya menikah dengan Pria asli FLORES NTT, dan tinggal di ibukota NTT Kota Kupang Bapak bisa lihat buku saya ke tiga, ada ilmu yang saya ambil dari internet biasanya langsung saya cantumkan di bawahnya. Agar orang yang punya tulisan tidak kecewa (Wong Jowo bilang biar tahu etika, tau unggah ungguh dalam menulis). Dan dibelakang buku diberikan lagi Daftar Pustaka agar buku kita bisa mendapatkan angka kredit tinggi. Ini kata pengawas saya juga tiem angka kredit guru Dinas PK Kab. Kupang. Buku saya lebih kepada kisah inspirasi tetapi karena inspirasinya banyak dalam bidang pendidikan maka di belakangnya saya kasih Daftar Pustaka... Dan itu kata pengawas saya itu masuk dalam buku pendidikan. Padahal aslinya saya hanya nulis menyalurkan hobi, dan kebetulan ada ilmu mengajar yang saya muat dalam kisah itu.

2. Harus berapa halaman untuk bisa naik cetak buku Jawab: Minimal 100 halaman, kemaren saya cetak buku Antologi Puisi yang menulis sudah meninggal. Karyanya belum genap 50 puisi juga belum genap 100 halaman tidak dapat ISBN. Solusinya saya berikan foto penunjang saya ambil dari FB almarhum. Alhamdulillah... sudah dapat ISBN nya.

Pertanyaanya. Bagaimana cara menyiapkan resume sejak awal biar bisa dijadikan buku. Apakah nanti diedit lagi atau dibiarkan saja? Makripuddiin dari lombok.

Bagaimana cara menyiapkan resume sejak awal biar bisa dijadikan buku. Apakah nanti diedit lagi atau dibiarkan saja? Jawab: Terima kasih Pak Makripuddiin dari Lombok, Sebaiknya Pak minta tolong senior untuk meng-edit buku. Agar dibantu untuk terbit bukunya bagus dan rapi. Di NTT saya banyak membantu penulis pemula menerbitkan buku. Saya rapikan saya carikan Endorsement buku dari komunitas ini juga. Salah satunya Pak Brian yang sering saya minta tolong, Pak Taufik Hidayat, Bu Kanjeng... Semangat Pak




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAPAN UNTUK PERMENDIKNAS NOMOR 7 TAHUN 2025

INDAHNYA MENJADI GURU PENGGERAK