PERTEMUAN KE-10 GELOMBANG KE-27
KIAT MENULIS CERITA FIKSI
Resume ke-10 pada tanggal 12 September 2022 sebagai nara sumber Bapak Sudomo, S.Pt dan Moderator Bapak Sigid Purwo Nugroho
Bapak/Ibu, dalam kesempatan belajar bersama malam ini, saya akan mengadopsi alur MERDEKA dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Kebetulan saat ini saya alumni PGP angkatan 2 sekaligus Ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat. Saat ini saya juga menjadi Pengajar Praktik PGP Angkatan 6 Kota Mataram.
Alur merdeka ini meliputi Mulai dari Diri, Ekplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi antar Materi, dan Aksi Nyata.
1 | Mulai dari Diri
Pada alur ini, silakan Bapak/Ibu menuliskan pengalaman belajar Bapak/Ibu menulis cerita fiksi. Jika memang belum pernah, silakan tulis saja. Bapak/Ibu bisa menuliskan kendala yang dialami. Bisa juga keseruan belajar menulis fiksi. Bisa juga hal-hal lainnya terkait pengalaman menulis cerita fiksi. Silakan tulis pengalaman dalam beberapa kalimat saja kemudian kirim ke moderator yang bertugas malam ini, yaitu Pak Sigid. Saya tunggu hingga pukul 19.45 WIB. Silakan, Bapak/Ibu.
2 | Eksplorasi Konsep
Pada alur ini mari belajar konsep terkait menulis cerita fiksi. Bapak/Ibu bisa mempelajarinya melalui tayangan video yang sudah di- share oleh Pak Sigid.
Dari paparan tersebut ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi
Ada beberapa alasan mengapa kita menulis cerita fiksi
1. salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan AKM bagi murid-muridnya.
2. Menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka. Dengan menulis fiksi, seorang guru bisa menyuarakan isi hatinya melalui tokoh-tokoh yang diciptakannya.
3. cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.
4. Sebagai jalan mengeksplorasi kemampuan menulis.
SSyarat Belajar cerita Fiksi
1. Komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi dan menyelsaikan apa yang telah dimulai
2. Kemauan dan kemampuan melakukan riset.Riset dalam cerita fiksi berfungsi untuk mendukung alur cerita yang dibuat. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata. Misalnya, menyangkut latar tempat.
3. Banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan memperkaya kosa kata dan juga menemukan gaya menulis.
4. Mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan.
5. Memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.Dasar yang kuat akan membiasakan diri menulis cerita fiksi
6. Menjaga konsistensi menulis.Konsistensi menulis akan membuat kita menemukan gaya penulisan sendiri
Unsur-unsur Pembangun Cerita Fiksi
1. Tema
Tema merupakan ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita.
2. Premis
Premis merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter.
3. alur/plot
Alur atau plot merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.
4. Penokohan
Penokohan merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
5. latar/setting
Latar /setting adalah penggambaran waktu, tempat, dan suasana
6. Sudut Pandang
Sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.
· Fiksimini
· Flasfaction
· Pentigraf
· Cerpen
· Novelet
· Novela
· Novel
1. Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.
2. Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.
3. Terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.
4. outline/kerangka karangan.
- Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
· Menentukan tema agar pembaca mengertilingkup cerita fiksi kita
· Membuat premis sesuai tema
· Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya
·Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik
·Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail
· Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
:5. Mulailah menulis.
- Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan,kata unik, konflik
- Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca
- Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh
- Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi
- Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas
- Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi)
- Membuat ending yang baik
Dilakukan setelah selesai menulis;
X Jangan menulis sambil mengedit;
X Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;
X Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyuntingtulisan sendiri;
XJangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
keren resume
BalasHapusTerima kasih byk bu, atas motovasinya
HapusKeren
BalasHapusterimakasih byk bu, belajar sedikit demi sedikit dalam meresume
HapusCakep
BalasHapusterima kasih banyak pak
HapusSiippp
BalasHapusSalam literasi, mohon doa dan motivasinya pak
Hapus