PERUBAHAN SEBAGAI PELUANG BARU DAN KEMAJUAN PENGETAHUAN DALAM PERADABAN

 

PERUBAHAN SEBAGAI PELUANG BARU DAN

 KEMAJUAN PENGETAHUAN DALAM PERADABAN

Oleh : Ahmad Kamara,S.Ag

(Guru SMP Negeri 3 Kusan Hilir-Tanah Bumbu)

 “Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap hari  (idividu) melakukan Nadzar terhadap sesuatu (ide, konsep, rencana kerja) yang telah diajukan dan ditawarkan untuk hari esok (masa depan) dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Pemberi Kabar terhadap prestasi kerjamu”. ( QS. Al Hasyar (59) : 18)

Guru inovatif, guru kreatif, dan guru proaktif sangat diharapkan diera sekarang belajar terus menerus dalam usaha dan berikhtiar menemukan karya-karya untuk kepentingan pendidikan khususnya di sekolah. Guru juga belajar sepanjang hayat sebagai bentuk teladan bagi peserta didik dilingkungan sekolah. Guru selalu mencari dan menemukan solusi terbaik untuk pendidikan.

Sebagai guru yang berkeinginan mencari dan menemukan sebuah karya inovatif untuk kepentingan pengembangan diri dalam menemukan karya-karya baru, sangat perlu belajar dari pendapat para ahli pendidikan  yang terkemuka yang sudah tidak diragukan lagi dalam pemikirannya untuk menghadapi kemajuan perkembangan pemikiran saat sekarang pada pendidikan.

Guru segera berupaya dengan sekuat usaha dan ikhtiar menerima kemajuan pendidikan dengan berfikir lebih maju lagi dalam menemukan hal-hal yang baru guna inovasi perbaikan pembelajaran disekolah.

Pembelajaran disekolah mengapa perlu inovasi, tentu itu sebuah bentuk ikhtiar guru dalam membantu mengembangkan baik itu materi yang sudah ada dengan menggunakan metode yang baru maupun media belajar sebagai penunjang kegiatan belajar supaya peserta didik lebih mudah menerima materi yang disampaikan.

Materi yang terkadang sangat membosankan dan menjenuhkan untuk diterima peserta didik bahkan sulit dipahami menerima pelajaran disekolah, sangat perlu dicarikan jalan solusi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dengan itu membuka inspirasi dan cakrawala berfikir yang lebih kreatif dan proaktif bagi guru untuk belajar mencari dan menemukan solusi dan perbaikan pada pembelajaran.

Hal yang terjadi atau masalah yang dihadapi guru secara nyata, sangat penting bagi kita untuk kembali membuka pemikiran dari pakar pendidikan sebagaimana yang diungkapkan dari pandangan Mel Silberman, guru besar psikologi pendidikan pada universitas Temple, Boston Amerika berpandangan,"You can tell students what they need to know very fast. But they will forget what you tell them even faster." 

Anda dapat memberitahu para peserta didik tentang apa yang perlu mereka ketahui dengan sangat cepat. Tetapi mereka bahkan akan lebih cepat melupakan apa yang anda beritahukan kepada mereka.

Pandangan Mel Silberman tersebut mengingatkan, bahwa tidak sedikit sikap para guru yang cenderung memaksakan agar peserta didik segera mengetahui apa yang diajarkan. Padahal, pengetahuan bukanlah sesuatu yang begitu saja dapat dipindahkan dari otak satu kepada banyak otak yang ada dikepala peserta didik, karena secara psikologis pengetahuan tersebut memerlukan proses adaptasi.

Di Indonesia dewasa ini, ada kecenderungan untuk kembali pada pemikiran bahwa peserta didik akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika peserta didik mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya.

Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan peserta didik bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke peserta didik.

Pengajaran seharusnya diberikan dalam konteks, 'belajar agar tahu' tidak boleh dilepaskan dari 'belajar  agar bisa melakukan.

Piaget memberikan contoh adalah sebagai berikut, pada suatu hari anak merasa sakit karena terpecik api, maka berdasarkan pengalamannya terbentuk skema pada struktur kognitif tentang api, bahwa api adalah sesuatu yang membahayakan oleh karena itu harus dihindari.

Dengan demikian ketika ia melihat api, secara refleks ia akan menghindar. Semakin dewasa, pengalaman anak tentang api bertambah. Ketika anak melihat ibunya memasak pakai api, ketika anak melihat bapaknya merokok menggunakan api, maka skema yang telah terbentuk itu disempurnakan, bahwa api bukan harus dihindari akan tetapi dapat dimanfaatkan.

Proses penyempurnaan skema tentang api yang dilakukan oleh anak itu dinamakan asimilasi. Semakin anak dewasa, pengalaman itu semakin bertambah. Skema baru tentang api, bahwa api bukan harus dihindari dan juga bukan hanya sekedar dapat dimanfaatkan, akan tetapi api sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Proses penyempurnaan skema itu dinamakan proses akomodasi.

Dari pemikiran Mel Silberman dan Piaget sangat membantu dalam mengarahkan pengetahuan pada peserta didik yang tidak harus dipaksakan untuk menerima pelajaran. Dan juga hal ini membantu guru untuk berfikir kembali untuk menemukan karya baru sebagai bentuk ikhtiar seorang guru dalam mengembangkan materi, metode, dan media pada era digital yang sangat cepat munculnya informasi-informasi baru yang mau tidak mau harus diikuti dan diterima oleh guru khususnya, bagaimana menyaring informasi dengan sebaik-baiknya dan menerima informasi terhadap jutaan milyaran setiap detiknya. Inilah perubahan yang harus kita pahami bahwa zaman sudah berubah dengan sangat cepat.

 

PERUBAHAN SEBAGAI PELUANG BARU

Perubahan adalah sesuatu yang sangat penting, bila kita ingin maju maka harus berubah. Keberhasilan seseorang dalam melakukan kegiatan atau hasil usaha diukur dari perubahan.  Perubahan untuk perbaikan dimulai dari sendiri, kita yang merubahnya. Jangan sampai kita berpangku tangan, menerima apa adanya. Kita pasti mampu melaksanakan dengan baik. 

Perubahan adalah bagian perjuangan atau hidup adalah perjuangan, kalimat demikian sudah sering terdengar dan menjadi motivasi agar tidak menyerah dalam situasi sulit sekalipun.

Perubahan tersebut dilakukan untuk hal-hal sederhana maupun ke lingkup yang lebih luas lagi. 

Perubahan seringkali menjadi jembatan bagi kita dalam menemukan ide-ide baru yang berbeda untuk menemukan ide-ide baru yang berbeda untuk menemukan peluang-peluang baru.

Perubahan dalam sesuatu yang baru memang tak selalu mudah karena tak jarang kita menemui kendala dan membuat kita merasa berat. Kita terus belajar menerima perubahan sampai bisa menghadapinya.

Bangkitlah untuk perubahan dengan kemampuan yang kita miliki dengan optimal. Karena setiap kita punya kelebihan. Perubahan bisa kita ambil dari pengalaman, apa kata orang bijak pengalaman adalah guru yang terbaik, sehingga perubahan yang kita pilih akan sangat bermanfaat bagi kehidupan. Terus belajar dari pengalaman untuk merubah situasi sebelum menentukan pilihan.

Nikmati perubahan setiap kejadian menyenangkan ataupun menyedihkan. Maju pantang mundur dan jangan gentar pada perubahan yang perlu disyukuri. Hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini menjadi yang terbaik,. Baik dimata manusia lebih baik dimata sang pencipta.

Perubahan yang didalamnya kita ikut berpartisipasi tentunya setiap jengkal langkah dan tetes keringat yang kita korbankan mempunyai nilai ibadah. Tidak ada satu yang sia-sia. Semua ada arti dan nilainya. Dengan perubahan, kita termasuk bagian yang mampu menggunakan waktu sebaik mungkin. Mampu mengisi waktu penuh kebaikan dan bermanfaat untuk diri dan orang lain. 

Dalam kata perubahan kita jangan pernah menolak saat mendapatkan tugas. Karena sesungguhnya itu bentuk pembelajaran. Dan untuk tercapainya perubahan diperlukan agen-agen perubahan yang selalu siap dalam menghadapi tantangan global.

Bung Karno, Sang proklamator berpidato,"berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku seorang pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia." Bahwa kemajuan bangsa harus dengan ikhtiar yang panjang dan penuh perjuangan dalam melihat kemajuan ilmu pengetahuan yang juga harus memperhatikan peradaban bangsa sekarang. Setiap zaman ada tantangan, tantangan saat ini adalah Akhlak. Mampukah kita berjuang kedepannya dengan menjawab kemajuan pengetahuan dalam peradaban.

 

KEMAJUAN PENGETAHUAN DALAM PERADABAN

Dasar negara Indonesia Pancasila berbunyi"kemanusian yang adil dan beradab." Adab atau ta'dib, memiliki makna yaitu sopan, berbudi baik. Pendidikan bertujuan untuk melahirkan manusia yang beradab. Penanaman nilai adab pada masa pembelajaran online dengan menggunakan jasa teknologi sangat rendah, dengan demikian teknologi belum mampu menggantikan peran guru.

Teknologi hanya sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk memudahkan dalam proses pembelajaran. Filosof abad 20 Martin Heidenger, 1982. mengatakan bahwa teknologi telah menyimpang, keluar dan melahirkan metafisika yang membingungkan, karena gagal memahami makna hidup, alam, dan seluruh makhluk dengan sebenarnya. Bahkan telah gagal memahami dunia, nilai-nilai agama dan kemanusiaan serta esensi dari segala sesuatu termasuk esensi pendidikan.

Indonesia termasuk bangsa yang memiliki komitmen dalam merindukan masyarakat atau generasi yang berperadaban, tentunya pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kemajuan umat manusia.

Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam proses belajar mengajar yaitu pertama guru sebagai tenaga pendidik, kedua adalah murid sebagai peserta didik yang menjadi target kita sebagai pendidik yang harus diperhatikan juga haknya sebagai murid yaitu bukan hanya tentang hak akademik melainkan juga karakter dalam hal ini moral dan etika yang baik yang harus dimiliki oleh seorang murid, kemudian ketiga adalah kurikulum yang harus diperhatikan untuk memenuhi hak-hak yang dimiliki oleh seorang murid, dan terakhir sarana dan prasarana, pemerintah berusaha untuk memenuhi sarana pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah.

Kita sebagai guru harus terus belajar, guru lebih dari sekedar mengajar juga mendidik, menginspirasi sampai dengan menggerakkan dan untuk bisa sampai seperti itu maka guru harus menjadi pembelajar.

Semoga usaha seluruh komponen pendidikan yang dilakukan melalui keteladanan dan kesungguhan serta dalam menemukan peluang baru dapat menghasilkan cita-cita dalam mewujudkan generasi berilmu pengetahuan dan teknologi dengan bersamaan peradaban.

Ahmad Kamara, S.Ag adalah dilahirkan di Pagatan, 15 Februari 1973 Pendidikan terakhir adalah S1 Tarbiyah/PAI (IAIN Antasari Banjarmasin). Alamat sekarang yaitu Jl.A.R.Hakim No. Perumahan Komplek Nugroho Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Sekarang mengajar di SMP Negeri 3 Kusan Hilir pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.















Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAPAN UNTUK PERMENDIKNAS NOMOR 7 TAHUN 2025

INDAHNYA MENJADI GURU PENGGERAK