KESULITAN DALAM BEKERJASAMA
Oleh : Ahmad Kamara, S.Ag
Saat bekerjasama tidak ada
kesulitan, pada waktu melaksanakan kegiatan itu justeru ada kesulitan karena
diperlukan perlengkapan administrasi. Untuk melakukan kerjasama memerlukan
komitmen yang kuat. Selama beberapa pimpinan di sekolah tentunya punya
permasalahan tapi saya beranggapan bahwa siapapun pimpinannya semua baik, dan
segala permasalahan pasti ada titik temunya. Sangat sulit ketika itu
menjelaskan pentingnya pendidikan di masyarakat sehingga terjadi penolakan
terhadap program dan juga program dijalankan juga mengalami kegagalan akibat
kurangnya kerjasama. Kurang sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan
praktik serta kurang maksimalnya pimpinan untuk menjalankan misi yang sudah
terprogram. Sebagai guru selalu berusaha dengan segenap tenaga dan ikhtiar
untuk memperbaiki kekurangan pada sekolah. Sekolah punya peran dalam
mempersiapkan anak didik tidak hanya cerdas atau pandai saja, tetapi juga harus
bertakwa, berperilaku baik, bertanggungjawab, dan mempunyai etika yang baik.
Kesulitan dalam bekerjasama dengan
siswa, ketika mengumpulkan tugas harus tepat waktu dalam belajar yang bedaa
dengan siswa yang dikota selalu perhatian dengan tugas karena diperhatikan
orang tuanya. Dengan adanya masalah tersebut, saya mengajukan kesepakatan pada
siswa bahwa budaya tepat waktu harus dibiasakan sejak dini agar tumbuh pribadi
yang disiplin. Membiasakan tepat waktu tentu tidak mudah butuh kemauan dan
komitmen dari dalam diri namun harus dilatih, dibiasakan dan diusahakan karena
dengan pribadi yang selalu tepat waktu, kita menghargai waktu.
Selain itu juga kesulitannya menyesuaikan pola belajar lewat pembelajaran jarak
jauh. Belajar biasanya hanya tatap muka bersama guru kemudian belajar
menggunakan teknologi. Guru dapat membantu siswa belajar dengan menggunakan
aplikasi-aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, dan Istgram. Mengapa aplikasi
sederhana ini digunakan, karena kebiasaan orang tua siswa di wilayah kami
sering menggunakan menu tersebut. Zaman telah berubah dan arah kebijakkan pun
telah menyesuaikan dengan situasi dan kondisinya. Sekarang tergantung pada guru
untuk dapat berkreasi dan berinovasi dengan model/pola pembelajaran secara
daring dengan memanfaatkan akses internet. Kondisi dan keadaan apapun tidak
menghalangi guru dan siswa untuk tetap belajar dan bertatap muka, walaupun dari
rumah. Sehingga para guru dituntut untuk lebih membiasakan diri dengan
perkembangan teknologi yang ada, agar bisa meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.
Dengan mengikuti zaman, yang perlu sekali penyesuaian pola belajar dengan terus
bertanya dan baca informasi.
Sebab-sebab kegagalan, sering diakibatkan oleh prosedur dan aturan yang tidak
ditakuti atau ditaati, meskipun kegagalan tersebut mungkin juga diakibatkan
oleh kegagalan komunikasi atau ke salah pahaman. Sebagai contoh kurangnya
disiplin guru, kurangnya motivasi guru dalam mengikuti pelatihan-pelatihan guna
meningkatkan keterampilan dan cara mengajar yang efektif. Setelah berkomunikasi
dengan masyarakat tentu kami punya komitmen yang sama dalam membangun pendidkan
ke arah yang maju, bahwa makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa
bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya diri kita bagi orang
lain.

Komentar
Posting Komentar