INISIATIF PERUBAHAN, INOVASI, PEMBERDAYAAN DAN GERAKAN

Oleh : Ahmad Kamara, S.Ag

Setiap hari yang kita lalui, adalah lembar-lembar yang akan menyusun sebuah perubahan sejarah pada diri kita yang tak pernah ternilai harganya. setiap lembar kesalahan dalam perubahan adalah pelajaran yang begitu berharga dan sangat berarti. Setelah lulus dari IAIN Antasari tahun1999 sampai dengan tahun 2022, saya mengajar kurang lebih dari 21 tahun tentu berkeinginan kuat untuk melakukan perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan dampak nyata yang berdasarkan inisiatif saya sendiri, dalam hal ini sebagai contoh tindakan dibawah ini :

Perubahan Karakter Siswa

Untuk melakukan sebuah perubahan yang sudah dicoba atau dilakukan, perlu refleksi untuk mengevaluasi dan mengukur sejauh mana capaian perubahan yang telah kita buat. Dari rencana perubahan yang telah dilaksanakan perlu diperbaiki dan dipertahankan demi mencapai tujuan yang diinginkan. Bila ternyata apa yang telah kita lakukan masih jauh dari target pencapaian hasil yang akan diperoleh, tentu perlu adanya perbaikan kembali. Tidak perlu malu untuk mengakui adanya kelemahan yang masih kita temukan. Sebagai contoh seorang guru adalah agen perubahan dengan membawa generasi baru hendaknya lebih mengutamakan siswa daripada karirnya. Guru harus bisa mengambil tindakan secara inisiatif untuk melakukan perubahan pada siswa yang diajarnya menjadikan siswa sebagai sosok yang inovatif dan kreatif dalam bertindak. Berdiri di depan kelas tidak hanya mengajar, juga mampu mengubah karakter siswa. Guru mengasah dan membimbing siswa yang mampu pada akhirnya menciptakan sesuatu yang inovatif dan kreatif.

Apapun yang berubah atau perubahan pada generasi baru dalam pembelajaran sekarang untuk menjadikan siswa yang inovatif dan kreatif. Tentu juga harus memperhatikan budaya sekolah yang harus ditanamkan dan di lestarikan. Sebagai guru saya sangat memperhatikan yang namanya budaya sekolah yang sudah berjalan cukup lama yaitu pertama menjaga kebersihan kelas, kerapian kelas, dan lingkungan sekolah, kedua membiasakan menghormati orang yang lebih tua, ketiga membiasakan menyapa warga sekolah (guru, karyawan dan sesama teman) ketika bertemu, keempat membiasakan warga sekolah (guru, karyawan dan siswa) disiplin datang, belajar mengajar, dan mengerjakan/menyelesaikan tugas. dan kelima mengikuti kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ektra kurikuler.

Diyakini, kurikulum baru lebih baik dan akan berhasil mencetak siswa menjadi penerus bangsa yang lebih baik memiliki kompetensi yang di butuhkan di masa depan. Kurikulum boleh berubah, nama mata pelajaran boleh berubah dan istilah boleh berubah tapi guru tidak boleh berubah tetap konsisten menanamkan kultur atau budaya sekolah.

Sebagai guru, saya rela mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadi demi kebahagiaan para peserta didik saya, supaya peserta didik sehat fisik, sehat mental, cerdas dan berkepribadian yang merdeka serta menjadi masyarakat yang berguna, dan bertanggungjawab atas kebahagiaan dirinya dan kesejahteraan orang lain.

Inovatif Guru Membangun Potensi Siswa

Dalam inovatif guru mempunyai harapan untuk meningkatkan belajar yang baik dalam membangun potensi siswa. Membangun potensi siswa itu bagaikan ujian, kita lagi diuji. Di balik ujian pasti ada hikmahnya yang membuat kita semakin bersyukur dalam membangun potensi siswa. Semua itu kita kerjakan dengan perasaan dan penuh keikhlasan.

Sebagai contoh siswa yang telah belajar dari sekolah di beri pengetahuan oleh guru suopaya berperilaku yang baik, bisakah mereka menerapkan kepada lingkungan setelah diajarkan. Sebenarnya mereka mampu melaksanakan sesuai petunjuk yang diberikan, tapi mereka menganggap hal itu hanyalah sebuah goyonan yang mereka anggap main-main saja. Tugas guru terus memberi semangat dan motivasi bagi siswa dalam setiap kali pertemuan. Maka dari itu sehebat apapun teknologi, guru tidak akan tergantikan oleh mesin dan kemajuan era digital sekarang. Guru mengajar juga mendidik, mengubah sikap dan menambah pengetahuan menjadi sosok yang berkepribadian positif dan unggul. Inovasi guru dalam proses belajar mengajar sekaran perlu mengajarkan siswa berfikir kritis dan selalu berpartisipasi dalam belajar.

Pemberdayaan Perpustakaan

Pemberdayaan perpustakaan oleh siswa, agar setiap hari siswa membaca buku ilmu pengetahuan, guru memberi bimbingan cara mencari informasi dari buku. Mencari informasi sesuai dengan materi yang dibahas, sesuai tugas, dan jika menggunakan teknologi, pandu siswa menggunakan dengan cara bijak dan cerdas.

Gerakan Pembelajaran

Sebagai guru kreatif juga harus berusaha mengubah situasi pembelajaran menjadi menarik dengan mengajak siswa lebih aktif. Zaman digital sekarang perlu adanya pengembangan ide pembelajaran melalui teknologi digital. Mayoritas siswa tertarik menghadapi sesuatu yang up to date. Saatnya pembelajaran diperbaharui dengan inovasi digital dan model-model pembelajaran atau media pembelajaran yang bisa kita manfaatkan sekarang.

Beberapa hal yang bisa menunjang dan membantu pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran yaitu berusaha menemukan yang baru dalam kelas, dengan memfasilitasi siswa belajar seperti dalam diskusi atau pengamatan diluar kelas, mengembangkan pembelajaran, dan mengambil kesimpulan yang tepat. Cara lain yang digunakan untuk menjadi guru kreatif di depan kelas adalah membuat cerita, tebak gambar, cerdas cermat, dan belajar membuat video dengan Aplikasi serta teknik Mind Mapping digunakan untuk membuat perencanaan penyampaian materi dengan cara meringkas dalam bentuk peta konsep.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAPAN UNTUK PERMENDIKNAS NOMOR 7 TAHUN 2025

INDAHNYA MENJADI GURU PENGGERAK