PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH

OLEH : AHMAD KAMARA,S.Ag (Guru SMP Negeri 3 Kusan Hilir)

Pendidikan merupakan ujung tombak sebuah bangsa dalam membangun peradaban generasi yang berkarakter yang peduli terhadap lingkungan. Pendidikan juga sebagai upaya dalam mengatasi krisis lingkungan yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang.

Pendidikan memiliki dua tujuan besar yaitu membantu peserta didik menjadi pintar dan membantu mereka menjadi baik. Menjadi mereka baik merupakan bentuk dari pembangunan karakter bangsa. Lingkungan sekolah dapat menjadi tempat pendidikan yang baik bagi pertumbuhan karakter peserta didik. Segala peristiwa yang terjadi di dalam sekolah dapat diintegrasikan dalam program pendidikan karakter.

Dalam pembentukan karakter siswa atau pelajar di sekolah, tidak saja dilakukan melalui proses-proses pembelajaran di kelas. Ada banyak media yang bisa dikembangkan dan dilaksanakan dalam kerangka pengembangan kepribadian siswa tersebut. Salah satunya melalui kegiatan peduli lingkungan sekolah.

Pendidikan karakter peduli lingkungan yang ditetapkan oleh pusat kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional yang dideskripsikan sebagai sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Karakter peduli lingkungan dideskripsikan sebagai sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam dan mengembangkan upaya-upaya memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Karakter peduli lingkungan merupakan karakter yang  lebih  menyentuh dan melekat pada diri peserta didik di lingkungan sekolah. Pendidikan lingkungan akan menjamin terjadinya suasana  harmonis antara manusia dengan alamnya, sehingga di alam tidak muncul kekhawatiran terhadap bencana yang akan melanda.

Membiasakan Diri Peduli Lingkungan

Menanamkan rasa cinta peduli lingkungan sejak dini sebagai upaya pembentukan karakter bangsa perlu mendapatkan perhatian misalnya penanaman cinta kebersihan secara sederhana dengan membuang sampah pada tempatnya, siswa belajar mengenali tanggung jawab, disiplin, dan peduli. Kebiasaan yang baik dilakukan siswa sangat mungkin dilakukan pula pada lingkungan rumah atau keluarga.

Sangatlah strategis pembekalan pengetahuan dasar tentang peduli lingkungan dilakukan sejak dini melalui sekolah secara terprogram dan berkelanjutan, hingga pada saatnya tercipta insan-insan pribadi bangsa yang utuh, yang memiliki kepribadian menghargai lingkungan. Karena itu diperlukan pendidikan lingkungan yang tepat untuk menyelesaikan masalah lingkungan.

Keberadaan sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan akan dapat membangun pondasi pada diri siswa-siswi sebagai dasar dalam pembentukan etika lingkungan. Menanamkan lingkungan hidup sejak dini di lingkungan sekolah akan menjadi bekal bagi siswa dalam mewujudkan kesadaran dan kedisiplinan siswa, membuahkan budaya bersih dan sehat.

Proses pendidikan yang baik menghasilkan peradaban suatu bangsa semakin baik, tentunya pendidikan merupakan pembentukan jiwa merdeka generasi muda bangsa, penguatan kapasitas pengetahuan, dan ketrampilan generasi. Dalam proses penguatan bagi akhlak generasi muda bangsa yang dapat merespon berbagai hal yang di hadapi setelah melalui proses yang panjang di lingkungan pendidikan.

Penyelesaian masalah dan krisis lingkungan yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang tidak bisa hanya dilakukan melalui pendidikan teknis, tetapi justru yang terpenting adalah melalui pendekatan moral.

Program yang ditawarkan terhadap peduli lingkungan bisa berupa kerja bakti, berkebun, jalan sehat, kampanye cinta bumi, mengambil dan mengumpulkan sampah dan aksi tanam pohon banyak lagi kegiatan yang selain tersebut. Untuk apa hal itu dilakukan agar mereka belajar bahwa sukses tidak bisa didapat secara instan, tetapi membutuhkan proses, usaha dan kerja keras.

Kegiatan kepedulian lingkungan yang dilakukan dalam bentuk aksi sangatlah bagus dalam menanamkan dalam diri siswa untuk mencintai lingkungannya. Seperti kampanye peduli lingkungan, menanam pohon dan memungut sampah.

Lingkungan memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan karakter siswa. Dengan lingkungan sebagai media belajar akan menumbuhkan sikap kreatif dan inovatif bagi guru dan siswa itu sendiri. Pembelajaran yang dimanfaatkan lingkungan akan memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa dan guru, dengan begitu siswa lebih mendalami materi yang diberikan karena siswa dapat terjun langsung ke lapangan secara nyata. Siswa dapat memahami pentingnya kepedulian lingkungan dengan pendekatan langsung ke alam.

Pembelajaran Kegiatan pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan harian di mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, sosial, budaya, sopan santun, kearifan lokal, keberagaman, kesadaran akan hak dan kewajiban.

Tanggung jawab membuang sampah pada tempatnya akan membekas dan mendarah daging juga akan berlaku pada sikap disiplin untuk membersihkan tempat tinggal mereka yang kotor, dan pada sikap peduli untuk menjaga kebersihan lingkungan secara kontinyu.

Menurut Anthony Brock, pendidikan di seluruh dunia akan berubah dalam generasi yang akan datang, asal jiwa semangat dan tujuan berubah, hasil pendidikan tidak akan diukur menurut sekian banyak pengetahuan yang telah diberikan, tetapi manusia berkumpul untuk membuat usul-usul yang akan membantu pemerintah dalam menentukan strategi sesuai dengan keadaan pendidikan.

Larangan Merusak Lingkungan

Kondisi lingkungan sekarang semakin memprihatinkan, akibat ulah manusia yang mengekploitasi sumber daya alam dan lingkungan tanpa batas. Perilaku manusia cenderung tidak peduli terhadap sumber daya alam dan lingkungan perlu untuk dirubah sedini mungkin melalui pendidikan karakter peduli lingkungan di sekolah, hal ini sesuai dengan Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41 dan Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 56. “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S. Ar-Rum ayat 41).”

Tertulis jelas dalam ayat di atas bahwa kerusakan yang ada di muka bumi merupakan ulah dari tangan manusia dan suatu kewajiban bagi manusia agar kembali ke jalan yang benar untuk mencintai dan peduli terhadap bumi serta isinya. Tanggung jawab manusia untuk memelihara lingkungan hidup diulang berkali-kali, larangan merusak lingkungan dinyatakan dengan jelas.

Segala bencana atau kerusakan yang terjadi di muka bumi atau di lautan tidak lain disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri. Akibat dari tindakan yang brutal, membabi buta dan tidak sewajarnya inilah menimbulkan kerusakan di muka bumi. Kerusakan atau bencana tidak mungkin datang dengan sendirinya melainkan ada beberapa sebab yang dapat menimbulkannya. Dan sebab-sebab itu dikembalikan kepada manusia itu sendiri.

Akhirnya kembali kepada kita untuk peduli lingkungan di sekolah sangat membantu pembelajaran dalam merealisasikan muatan kurikulum sekolah juga bukan sesuatu yang statis, tetapi kurikulum lebih bersifat dinamis mengikuti perubahan dan perkembangan masyarakat serta ilmu pegetahuan dan karena itu cenderung mengalami perubahan, perbaikan, bahkan pembaharuan.

Sebagai kesimpulan bahwa penerapan program penanaman karakter kepedulian lingkungan merupakan aksi nyata dalam mencintai lingkungan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAPAN UNTUK PERMENDIKNAS NOMOR 7 TAHUN 2025

INDAHNYA MENJADI GURU PENGGERAK